Pada era digital ini, hampir seluruh aspek kehidupan telah beralih ke dunia online. Termasuk juga dalam pemerintahan. E-government, atau pemerintahan elektronik, menjadi solusi untuk mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh layanan publik. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
Indonesia dan Singapura adalah dua negara di Asia Tenggara yang telah menerapkan sistem e-government. Namun, bagaimana perbandingan kedua negara dalam hal penerapan e-government, khususnya pada sektor e-citizen?
Pengertian e-Citizen
e-Citizen, atau electronic citizen, adalah istilah yang merujuk pada layanan publik atau ketersediaan informasi publik dari pemerintah yang dapat diakses secara online oleh masyarakat. Beberapa layanan publik yang termasuk dalam kategori e-citizen antara lain data kependudukan, pajak, perizinan, kesehatan, dan pendidikan.
Perbandingan E-Citizen Indonesia dan Singapura
Aksesibilitas
Dalam hal aksesibilitas, Singapura memimpin jauh dibanding Indonesia. Berdasarkan laporan UN e-Government Survey 2020, Singapura menempati peringkat 1 dunia dalam kategori aksesibilitas. Sementara Indonesia berada pada peringkat 90. Hal ini disebabkan oleh kecepatan internet yang lebih cepat dan lebih luas cakupannya di Singapura ketimbang Indonesia.
Ketersediaan Layanan
Singapura memiliki lebih banyak jenis layanan publik yang tersedia secara online ketimbang Indonesia. Selain itu, Singapura juga memiliki sistem yang lebih terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga penggunaannya menjadi lebih efisien. Sementara Indonesia masih terkendala pada koordinasi dan integrasi antar instansi pemerintah.
Keamanan
Tentu saja, keamanan data dan privasi pengguna menjadi hal yang sangat penting dalam sistem e-government. Singapura memiliki lebih banyak regulasi dalam hal keamanan data ketimbang Indonesia. Pemerintah Singapura juga memiliki tim khusus yang tersedia untuk mengatasi ancaman keamanan siber. Sementara itu, Indonesia masih mengalami banyak masalah mengenai keamanan data dan privasi pengguna.
Inklusivitas
Inklusivitas adalah hal yang sangat penting dalam sistem e-citizen. Hal ini merujuk pada kemampuan sistem e-government untuk diakses oleh semua lapisan masyarakat. Sayangnya, Indonesia masih memiliki kesenjangan dalam hal aksesibilitas bagi masyarakat pedesaan atau yang tidak memiliki literasi teknologi yang cukup. Sementara Singapura memiliki upaya yang lebih besar dalam memperluas aksesibilitas untuk semua lapisan masyarakat.
Kesimpulan
Berdasarkan perbandingan di atas, Singapura jelas lebih maju dalam penerapan sistem e-citizen ketimbang Indonesia. Namun, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berusaha meningkatkan sistem e-government-nya, terutama dalam hal keamanan data dan kecepatan aksesibilitas. Dengan adanya sistem e-citizen yang baik, pelayanan publik di Indonesia dan Singapura pun dapat menjadi lebih efisien dan efektif.