Kelebihan dan Kekurangan Novel Laskar Pelangi

Siti Dewi

Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata telah menjadi buku terlaris di Indonesia selama bertahun-tahun. Novel ini merupakan kisah nyata tentang perjuangan 10 anak muda dari desa di Belitung Timur untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. Namun, seperti semua karya, buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Novel Laskar Pelangi

1. Cerita yang Inspiratif

Novel Laskar Pelangi memaparkan kisah hidup para pelajar miskin yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan. Ceritanya begitu inspiratif dan memotivasi para pembacanya untuk tetap berjuang dan tidak menyerah dalam mencapai impian mereka. Kisah-kisah ini menyentuh hati dan memberikan semangat baru bagi para pembaca yang ingin meraih cita-cita mereka.

2. Karakter yang Kuat

Setiap karakter dalam novel Laskar Pelangi memiliki personalitas dan jiwa yang unik. Setiap karakter ini berkembang dengan baik selama cerita berlangsung dan membuka jalan bagi para pembaca untuk melihat kehidupan mereka yang penuh dengan tantangan. Karena karakter yang kuat, pembaca dapat dengan mudah mengasosiasikan karakter dalam cerita dengan orang dalam kehidupan nyata.

3. Penceritaan yang Menarik

Andrea Hirata mampu mengemas cerita yang mengkhayalkan pembaca untuk masuk ke dalam dunia cerita tersebut. Keterampilannya dalam mengembangkan alur cerita membuat pembaca mudah terpikat untuk terus membaca sampai akhir cerita. Dengan kepiawaian dalam penceritaan, Andrea membuat pembaca merasa seperti akan pergi ke sebuah dunia lain ketika membaca novel Laskar Pelangi.

Kekurangan Novel Laskar Pelangi

1. Terlalu Banyak Detail

Sementara banyak pembaca menyukai fakta bahwa novel Laskar Pelangi memiliki begitu banyak detail yang membuat cerita menjadi hidup, beberapa pembaca lain mungkin merasa bahwa detail-detail ini membuat cerita terlalu berat untuk diikuti. Beberapa bagian dalam novel mungkin terlalu deskriptif dan meyakinkan pembaca untuk melompat ke bab selanjutnya.

2. Pseudo-Intellectualism

Pada beberapa kesempatan, Andrea Hirata terlihat tertarik untuk memamerkan pengetahuan dan kosakata yang dia miliki. Ini membuat kisahnya terlihat seperti berusaha didominasi oleh pseudointellectualisism yang membuat ceritanya menjadi kurang dapat dipahami oleh pembaca awam. Hal ini dapat membuat sebagian pembaca merasa jengkel dengan cerita yang kurang fokus.

3. Kebanyakan Klise

Beberapa bagian dalam novel Laskar Pelangi mungkin terlalu klise dan terdengar sedikit klise walau di dalamnya ada kebenaran. Ini dapat mengurangi daya tarik cerita dan membuat pembaca bisa merasakan deja vu sepanjang membaca cerita tersebut.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, novel Laskar Pelangi menunjukkan banyak kelebihan dan sedikit kekurangan. Cerita yang inspiratif, karakter yang kuat, dan penceritaan yang menarik membuat novel ini pantas menjadi salah satu karya sastra Indonesia terbaik. Namun, terlalu banyak detail, adanya pseudo-intellectualism, dan kebanyakan klise dapat mengurangi daya tarik cerita. Meskipun ada beberapa kekurangan, tetapi keseluruhan novel Laskar Pelangi adalah sebuah karya yang patut dibaca dan diapresiasi.

Also Read

Bagikan:

Tags